Kerja Bakti Pembersihan Selokan di Desa Lantagi: Wujud Nyata Kepedulian Babinsa Bersama Warga
Gotong royong merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang hingga kini masih dijaga keberadaannya, terutama di wilayah pedesaan. Nilai kebersamaan, kekompakan, serta kepedulian sosial terjalin erat melalui kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat bersama perangkat desa maupun aparat TNI. Hal tersebut terlihat jelas dalam kegiatan kerja bakti pembersihan selokan yang dilaksanakan di Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, pada hari ini.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Serda Abdul Hayat, Babinsa Koramil 1429-01/Kulisusu, Kodim 1429/Butur, dengan melibatkan aparat desa dan masyarakat sekitar. Kehadiran Babinsa sebagai ujung tombak TNI di lapangan menjadi motor penggerak yang mampu memotivasi warga untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Sejak pagi hari, warga Desa Lantagi telah berkumpul dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, parang, sekop, dan keranjang sampah. Suasana kekompakan tampak begitu nyata ketika Serda Abdul Hayat memberikan pengarahan singkat sebelum kegiatan dimulai. Ia menekankan bahwa kerja bakti ini bukan hanya untuk kepentingan sesaat, melainkan untuk kesehatan dan kenyamanan bersama.
Warga kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok yang menyisir sepanjang jalur selokan desa. Ada yang bertugas mengangkat lumpur, ada yang mengumpulkan sampah plastik dan dedaunan, serta ada pula yang memperbaiki bagian selokan yang rusak atau tergerus air. Tak jarang terdengar canda tawa di sela-sela kerja, menambah semangat gotong royong yang kental.
Selain membersihkan selokan, sebagian warga juga ikut merapikan rumput liar di pinggiran jalan. Hasilnya, lingkungan desa tampak lebih bersih, rapi, dan sehat. Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dibakar di tempat yang aman atau dibuang ke lokasi pembuangan akhir yang telah disediakan.
Kehadiran Serda Abdul Hayat sebagai Babinsa di tengah-tengah masyarakat bukan hanya sekadar memimpin, tetapi juga memberi contoh nyata. Dengan penuh semangat, ia ikut terjun langsung membersihkan lumpur dan mengangkut sampah. Hal tersebut memotivasi warga agar tidak malu dan enggan untuk bekerja keras demi lingkungan mereka sendiri.
Menurutnya, kerja bakti seperti ini adalah wujud nyata dari pembinaan teritorial TNI yang selalu berupaya dekat dengan masyarakat. Babinsa tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan desa melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan gotong royong, tercipta hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat. Inilah bentuk nyata semboyan “Bersama Rakyat TNI Kuat,” yang selalu dipegang teguh dalam setiap tugas kewilayahan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari aparat desa setempat. Pemerintah desa menilai bahwa kerja bakti bukan hanya urusan kebersihan, melainkan juga sarana membangun partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa. Mereka berkomitmen untuk menjadikan kerja bakti sebagai agenda rutin, minimal sekali dalam sebulan, agar kondisi lingkungan tetap terjaga.
Melalui kerja bakti ini, diharapkan masyarakat Desa Lantagi semakin peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus ditinggalkan, diganti dengan kesadaran untuk memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
Selain itu, Babinsa berharap agar kegiatan gotong royong tidak hanya dilakukan ketika ada masalah, tetapi menjadi budaya sehari-hari yang melekat dalam kehidupan warga desa. Dengan begitu, desa akan selalu dalam kondisi bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
