Kerja Bakti Pembersihan Pantai di Desa Lemoea: Upaya Nyata Pelestarian Lingkungan Pesisir
Desa Lemoea, 29 Juli 2025 — Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, warga Desa Lemoea Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, bersama Babinsa Koramil 1429/Butur melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan pantai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Serda Abdul Hayat, Babinsa yang dikenal aktif membina masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membersihkan area pesisir dari sampah dan limbah yang dapat mencemari lingkungan laut serta membahayakan biota yang hidup di dalamnya. Selain itu, kerja bakti ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan TNI, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Sejak pagi hari, warga Desa Lemoea sudah mulai berkumpul di tepi pantai. Dengan membawa peralatan sederhana seperti karung, cangkul, sapu lidi, dan pengait, mereka tampak antusias mengikuti arahan dari Serda Abdul Hayat. Tidak hanya orang dewasa, para pemuda dan pelajar pun turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Sebelum kegiatan dimulai, Serda Abdul Hayat memberikan pengarahan singkat mengenai teknis pembersihan dan pentingnya kerja sama tim. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab moral terhadap lingkungan hidup yang menjadi sumber penghidupan bersama, terutama bagi masyarakat pesisir.
Pembersihan difokuskan pada area yang selama ini menjadi tempat penumpukan sampah akibat aktivitas manusia maupun kiriman dari laut. Berbagai jenis sampah berhasil dikumpulkan, mulai dari plastik sekali pakai, botol, kaleng, hingga jaring bekas nelayan yang terbawa arus. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan dalam karung-karung besar untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang telah disepakati bersama.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang edukasi, terutama kepada generasi muda, tentang bahaya sampah plastik terhadap ekosistem laut. Dalam prosesnya, Serda Abdul Hayat menjelaskan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan dapat membunuh biota laut jika tidak ditangani dengan serius.
Selain mengumpulkan sampah, warga juga melakukan penataan ulang batu-batu pemecah ombak yang tergerus arus laut. Penataan ini bertujuan untuk mencegah erosi pantai yang semakin meluas, khususnya saat musim ombak tinggi.
