Kerja Bakti Pembersihan Pantai Membuku di Desa Kadacua, Kec. Kulisusu, Kab. Buton Utara pada 26 Juli 2025: Upaya Nyata Menjaga Kelestarian Lingkungan Pesisir
Desa Kadacua, yang terletak di Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, memiliki potensi alam pesisir yang luar biasa indah. Salah satu titik pesonanya adalah Pantai Membuku, sebuah kawasan pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat dan memiliki nilai ekologis maupun ekonomi yang tinggi. Namun, seiring waktu, pantai ini mulai terancam oleh penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan akibat aktivitas manusia.
Untuk mengatasi hal tersebut, pada Sabtu, 26 Juli 2025, dilaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan Pantai Membuku yang dipimpin oleh Serka Ramadhan, Bati Tuud Kodim 1429/Butur. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata TNI bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya ekosistem pesisir.
c
Pentingnya menjaga kebersihan pantai bukan hanya demi estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan kelangsungan ekosistem laut dan kesehatan masyarakat pesisir. Sampah, khususnya plastik dan limbah rumah tangga, menjadi ancaman besar bagi habitat laut. Selain mencemari lingkungan, sampah juga menurunkan potensi pariwisata dan dapat menimbulkan penyakit.
Pantai Membuku yang menjadi kebanggaan Desa Kadacua harus dijaga agar tetap bersih dan layak dikunjungi. Melihat situasi tersebut, Kodim 1429/Butur mengambil inisiatif melalui kegiatan kerja bakti yang menggugah semangat gotong royong lintas elemen masyarakat.
Pada pagi hari tanggal 26 Juli 2025, sejak pukul 07.00 WITA, ratusan warga bersama personel TNI sudah berkumpul di bibir Pantai Membuku. Serka Ramadhan memberikan pengarahan sebelum memulai kegiatan, menyampaikan pentingnya kerja bakti sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan sinergi antara TNI dan rakyat.
Dengan peralatan sederhana seperti karung, cangkul, sapu lidi, dan sekop, para peserta menyusuri garis pantai untuk mengumpulkan sampah plastik, botol kaca, kayu, hingga sisa-sisa jaring bekas. Selain itu, rumput liar di sekitar pantai juga dibersihkan agar kawasan lebih tertata.
Antusiasme masyarakat sangat terasa. Tak hanya warga dewasa, anak-anak, remaja, hingga para nelayan yang baru pulang melaut ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kebersamaan yang tercipta mencerminkan nilai luhur budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Buton Utara.
Serka Ramadhan menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi rutinitas, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Dengan lingkungan yang bersih, kita mewariskan sesuatu yang berharga bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.
c
Pentingnya menjaga kebersihan pantai bukan hanya demi estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan kelangsungan ekosistem laut dan kesehatan masyarakat pesisir. Sampah, khususnya plastik dan limbah rumah tangga, menjadi ancaman besar bagi habitat laut. Selain mencemari lingkungan, sampah juga menurunkan potensi pariwisata dan dapat menimbulkan penyakit.
Pantai Membuku yang menjadi kebanggaan Desa Kadacua harus dijaga agar tetap bersih dan layak dikunjungi. Melihat situasi tersebut, Kodim 1429/Butur mengambil inisiatif melalui kegiatan kerja bakti yang menggugah semangat gotong royong lintas elemen masyarakat.
Pada pagi hari tanggal 26 Juli 2025, sejak pukul 07.00 WITA, ratusan warga bersama personel TNI sudah berkumpul di bibir Pantai Membuku. Serka Ramadhan memberikan pengarahan sebelum memulai kegiatan, menyampaikan pentingnya kerja bakti sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan sinergi antara TNI dan rakyat.
Dengan peralatan sederhana seperti karung, cangkul, sapu lidi, dan sekop, para peserta menyusuri garis pantai untuk mengumpulkan sampah plastik, botol kaca, kayu, hingga sisa-sisa jaring bekas. Selain itu, rumput liar di sekitar pantai juga dibersihkan agar kawasan lebih tertata.
Antusiasme masyarakat sangat terasa. Tak hanya warga dewasa, anak-anak, remaja, hingga para nelayan yang baru pulang melaut ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kebersamaan yang tercipta mencerminkan nilai luhur budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Buton Utara.
Serka Ramadhan menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak. Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi rutinitas, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Dengan lingkungan yang bersih, kita mewariskan sesuatu yang berharga bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.