Kerja Bakti Pembersihan Pasar di Kelurahan Wandaka, Kulisusu: Wujud Sinergi TNI dan Masyarakat
Kerja bakti merupakan salah satu bentuk gotong royong yang telah menjadi budaya bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Tradisi ini bukan hanya menjadi sarana untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Pada Sabtu pagi, suasana berbeda terasa di Pasar Tradisional Kelurahan Wandaka, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Puluhan warga bersama anggota TNI dari Koramil 1429-01/Kulisusu bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti pembersihan pasar, yang dipimpin langsung oleh Serda Zainal, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari satuan Kodim 1429/Buton Utara (Butur)
.
Pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik fungsinya sebagai tempat jual beli, pasar juga rentan menjadi titik kumpul sampah dan sumber penyakit apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya kolektif dalam menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan bersama.
Kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Inisiatif ini juga selaras dengan program pembinaan teritorial (Binter) TNI AD yang bertujuan membina dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Serda Zainal sebagai Babinsa setempat mengambil peran sebagai koordinator lapangan. Sebelum memulai pembersihan, ia memberikan pengarahan singkat kepada warga dan personel yang hadir, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
"Pasar ini milik kita bersama. Kalau bukan kita yang membersihkannya, siapa lagi? Lingkungan yang bersih akan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kenyamanan beraktivitas," ujar Serda Zainal dalam sambutannya.
Kerja bakti ini diikuti oleh lebih dari 50 orang yang terdiri dari warga Kelurahan Wandaka, para pedagang pasar, perangkat kelurahan, serta anggota Koramil 1429-01/Kulisusu
Salah satu yang menarik dari kegiatan ini adalah antusiasme warga yang tinggi. Baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, semua turun tangan. Para pedagang yang biasanya sibuk melayani pembeli pun dengan sukarela meluangkan waktu untuk ikut serta membersihkan lapak dan area sekitarnya.
Salah satu warga, Ibu Hartini (47), pedagang sayur di pasar tersebut, mengungkapkan rasa senangnya. "Sudah lama pasar ini tidak dibersihkan secara menyeluruh. Kadang kami bersihkan sendiri, tapi hasilnya tidak maksimal. Dengan adanya kerja bakti ini, pasar jadi lebih bersih dan nyaman," katanya.
Sebagai Babinsa, Serda Zainal memiliki tanggung jawab untuk menjadi ujung tombak TNI di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti penyuluhan, pembangunan desa, dan kerja bakti. Keterlibatannya dalam kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran Babinsa sebagai penghubung antara institusi militer dan masyarakat sipil.
Serda Zainal menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan bagian dari program pembinaan wilayah secara berkala. "Kami selalu berupaya untuk hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Bersih-bersih pasar adalah salah satu wujud kecil kepedulian kami," ucapnya.
.
Pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik fungsinya sebagai tempat jual beli, pasar juga rentan menjadi titik kumpul sampah dan sumber penyakit apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya kolektif dalam menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan bersama.
Kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Inisiatif ini juga selaras dengan program pembinaan teritorial (Binter) TNI AD yang bertujuan membina dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Serda Zainal sebagai Babinsa setempat mengambil peran sebagai koordinator lapangan. Sebelum memulai pembersihan, ia memberikan pengarahan singkat kepada warga dan personel yang hadir, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
"Pasar ini milik kita bersama. Kalau bukan kita yang membersihkannya, siapa lagi? Lingkungan yang bersih akan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kenyamanan beraktivitas," ujar Serda Zainal dalam sambutannya.
Kerja bakti ini diikuti oleh lebih dari 50 orang yang terdiri dari warga Kelurahan Wandaka, para pedagang pasar, perangkat kelurahan, serta anggota Koramil 1429-01/Kulisusu
Salah satu yang menarik dari kegiatan ini adalah antusiasme warga yang tinggi. Baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, semua turun tangan. Para pedagang yang biasanya sibuk melayani pembeli pun dengan sukarela meluangkan waktu untuk ikut serta membersihkan lapak dan area sekitarnya.
Salah satu warga, Ibu Hartini (47), pedagang sayur di pasar tersebut, mengungkapkan rasa senangnya. "Sudah lama pasar ini tidak dibersihkan secara menyeluruh. Kadang kami bersihkan sendiri, tapi hasilnya tidak maksimal. Dengan adanya kerja bakti ini, pasar jadi lebih bersih dan nyaman," katanya.
Sebagai Babinsa, Serda Zainal memiliki tanggung jawab untuk menjadi ujung tombak TNI di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti penyuluhan, pembangunan desa, dan kerja bakti. Keterlibatannya dalam kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran Babinsa sebagai penghubung antara institusi militer dan masyarakat sipil.
Serda Zainal menjelaskan bahwa kegiatan kerja bakti ini tidak hanya bersifat insidental, melainkan bagian dari program pembinaan wilayah secara berkala. "Kami selalu berupaya untuk hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Bersih-bersih pasar adalah salah satu wujud kecil kepedulian kami," ucapnya.
