Semangat Gotong Royong Wujud Nyata Kepedulian: Kerja Bakti Pembersihan Selokan di Desa Loji, Kulisusu
Desa Loji, Kulisusu — Gotong royong sebagai warisan budaya bangsa Indonesia kembali ditunjukkan dalam kegiatan kerja bakti pembersihan selokan yang berlangsung di Desa Loji, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, pada Sabtu pagi, dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 1429/Butur, Serda Abdul Hayat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih hidup dan terus dipelihara oleh masyarakat desa, terlebih dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kerja bakti yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut diikuti oleh puluhan warga, aparat desa, serta beberapa unsur pemuda dan tokoh masyarakat.
Pembersihan selokan diadakan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penyumbatan pada beberapa titik saluran air akibat sampah rumah tangga, dedaunan, dan endapan lumpur. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah genangan air apabila tidak segera ditangani, terlebih memasuki musim penghujan.
Sebagai Babinsa yang bertugas membina wilayah, Serda Abdul Hayat berinisiatif mengajak masyarakat untuk menggelar kerja bakti guna mengatasi persoalan ini secara kolektif.
Kerja bakti ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga biasa, tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, serta unsur Babinsa dan linmas. Terlihat pula kehadiran Kepala Desa Loji yang turut memotivasi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan secara rutin, tidak hanya saat ada kegiatan.
Alat-alat sederhana seperti cangkul, sekop, karung, dan gerobak sampah menjadi perlengkapan utama yang digunakan warga dalam membersihkan endapan lumpur, mengangkat sampah, dan memperlebar saluran air agar lebih lancar.
Keterlibatan masyarakat dalam kerja bakti ini patut diapresiasi. Meskipun sebagian besar warga memiliki aktivitas pertanian dan pekerjaan lainnya, mereka tetap meluangkan waktu dan tenaga untuk berpartisipasi.
Salah satu warga, Pak La Ode, menyatakan bahwa kegiatan ini membuat warga merasa lebih terlibat dalam pembangunan desanya.
“Kami senang bisa berkumpul dan bekerja sama seperti ini. Selain membersihkan selokan, kami juga bisa saling bersilaturahmi dengan tetangga dan aparat. Harapannya, kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya.
Pembersihan selokan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Selokan yang bersih akan menghindarkan warga dari potensi penyakit seperti demam berdarah, diare, dan gatal-gatal yang disebabkan oleh nyamuk dan bakteri akibat genangan air.
Selain itu, air hujan dapat mengalir lebih lancar, sehingga tidak menimbulkan genangan atau banjir kecil yang dapat merusak jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Kepala Desa Loji, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dan partisipasi aktif warga. Ia berharap ke depannya kegiatan serupa menjadi budaya yang terus dipelihara.
