Kerja Bakti Pembersihan Selokan di Desa Labuko: Wujud Kepedulian Babinsa dan Masyarakat Terhadap Lingkungan
Pada hari Minggu pagi yang cerah, suasana di Desa Labuko, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, terlihat berbeda dari biasanya. Ratusan warga tampak berkumpul di sepanjang jalan utama dan gang-gang kecil desa. Dengan penuh semangat mereka membawa alat kebersihan sederhana seperti cangkul, sekop, sabit, dan pengki. Di bawah komando Serda Marten, Babinsa Koramil 1429-03/Wakorumba Kodim 1429/Butur, kegiatan kerja bakti pembersihan selokan digelar sebagai bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan upaya mencegah banjir serta penyakit.
j
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga Desa Labuko, tetapi juga dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ibu-ibu PKK. Antusiasme peserta kerja bakti mencerminkan semangat gotong royong yang masih sangat kuat di tengah masyarakat pedesaan. Bahkan, anak-anak muda tampak bersemangat membersihkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air
Desa Labuko merupakan salah satu desa di Kecamatan Wakorumba Utara yang memiliki wilayah dengan topografi dataran rendah. Pada musim hujan, desa ini sering mengalami genangan air akibat saluran air atau selokan yang tersumbat oleh sampah dan endapan lumpur. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran warga karena dapat memicu penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan infeksi kulit.
Melihat kondisi tersebut, Babinsa Serda Marten berinisiatif mengajak pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat untuk mengadakan kerja bakti pembersihan selokan. Tujuannya tidak hanya untuk memperlancar aliran air, tetapi juga sebagai upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WITA. Sebelum memulai, Serda Marten memberikan arahan singkat kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan saling bekerja sama dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
“Kerja bakti ini bukan hanya sekadar membersihkan selokan, tetapi juga membangun kesadaran kita bersama untuk selalu menjaga lingkungan. Kalau lingkungan kita bersih, kita semua yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Serda Marten.
Dengan penuh semangat, warga mulai membersihkan selokan di sepanjang jalan desa. Sampah plastik, dedaunan kering, serta endapan lumpur yang menumpuk selama berbulan-bulan diangkat dan dibuang ke tempat pembuangan sementara. Beberapa warga terlihat menggunakan cangkul untuk menggali endapan lumpur yang cukup tebal, sementara lainnya mengangkat sampah dengan pengki atau karung.
Para ibu-ibu tak mau kalah, mereka membersihkan area sekitar selokan dari rumput liar dan semak belukar. Anak-anak muda tampak antusias membantu memindahkan karung-karung berisi sampah. Kerja sama yang terjalin selama kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarwarga.
j
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga Desa Labuko, tetapi juga dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ibu-ibu PKK. Antusiasme peserta kerja bakti mencerminkan semangat gotong royong yang masih sangat kuat di tengah masyarakat pedesaan. Bahkan, anak-anak muda tampak bersemangat membersihkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air
Desa Labuko merupakan salah satu desa di Kecamatan Wakorumba Utara yang memiliki wilayah dengan topografi dataran rendah. Pada musim hujan, desa ini sering mengalami genangan air akibat saluran air atau selokan yang tersumbat oleh sampah dan endapan lumpur. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran warga karena dapat memicu penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan infeksi kulit.
Melihat kondisi tersebut, Babinsa Serda Marten berinisiatif mengajak pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat untuk mengadakan kerja bakti pembersihan selokan. Tujuannya tidak hanya untuk memperlancar aliran air, tetapi juga sebagai upaya edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WITA. Sebelum memulai, Serda Marten memberikan arahan singkat kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan saling bekerja sama dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.
“Kerja bakti ini bukan hanya sekadar membersihkan selokan, tetapi juga membangun kesadaran kita bersama untuk selalu menjaga lingkungan. Kalau lingkungan kita bersih, kita semua yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Serda Marten.
Dengan penuh semangat, warga mulai membersihkan selokan di sepanjang jalan desa. Sampah plastik, dedaunan kering, serta endapan lumpur yang menumpuk selama berbulan-bulan diangkat dan dibuang ke tempat pembuangan sementara. Beberapa warga terlihat menggunakan cangkul untuk menggali endapan lumpur yang cukup tebal, sementara lainnya mengangkat sampah dengan pengki atau karung.
Para ibu-ibu tak mau kalah, mereka membersihkan area sekitar selokan dari rumput liar dan semak belukar. Anak-anak muda tampak antusias membantu memindahkan karung-karung berisi sampah. Kerja sama yang terjalin selama kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarwarga.
