Semangat Gotong Royong dalam Kerja Bakti Pembersihan Kiri Kanan Jalan di Desa Wantulasi, Kec. Wakorumba Utara, Kab. Buton Utara
Desa Wantulasi, yang terletak di Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal yang dilaksanakan pada hari [sebutkan tanggal jika ada]. Kegiatan tersebut terfokus pada pembersihan kiri dan kanan jalan utama desa dan dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 1429-03/Wakorumba, Serda Bahtiar, bersama masyarakat setempat.
Kerja bakti ini bukan sekedar sekedar membersihkan lingkungan, namun juga sebagai wujud nyata dari nilai-nilai gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat desa. Dalam kegiatan ini turut hadir aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta ibu-ibu rumah tangga yang bersatu padu untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman
Dalam kegiatan ini, peran Serda Bahtiar sebagai Babinsa sangat vital. Sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pembina dan motivator masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kepedulian Serda Bahtiar terhadap lingkungan dan kebersihan desa patut diapresiasi, karena beliau tidak hanya memimpin, tetapi juga terjun langsung bekerja bersama warga.
Sebelum kegiatan dimulai, Serda Bahtiar memberikan arahan singkat kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menekankan bahwa kerja bakti ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat saja, melainkan tanggung jawab bersama.
“Lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli dan sadar akan pentingnya hidup sehat. Mari kita jaga bersama desa kita agar tetap bersih, nyaman, dan aman,” ungkap Serda Bahtiar dalam Arahnya.
Kerja bakti dimulai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA. Warga membawa peralatan masing-masing seperti parang, sabit, cangkul, dan karung sampah. Mereka membersihkan rumput liar, memotong dahan pohon yang menjulur ke jalan, serta mengumpulkan sampah yang berserakan di sepanjang kiri dan kanan jalan desa.
Pembagian tugas dilakukan secara gotong royong. Para pemuda fokus pada bagian yang lebih berat seperti memangkas pohon besar dan membersihkan parit, sementara ibu-ibu membantu membersihkan semak dan menyapu jalan. Anak-anak pun tampak antusias mengikuti kegiatan dengan cara mereka sendiri, menunjukkan bahwa budaya kerja bakti ini telah diwariskan lintas generasi.
Kerja bakti ini bukan sekedar sekedar membersihkan lingkungan, namun juga sebagai wujud nyata dari nilai-nilai gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat desa. Dalam kegiatan ini turut hadir aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta ibu-ibu rumah tangga yang bersatu padu untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman
Dalam kegiatan ini, peran Serda Bahtiar sebagai Babinsa sangat vital. Sebagai ujung tombak TNI AD di wilayah, Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pembina dan motivator masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kepedulian Serda Bahtiar terhadap lingkungan dan kebersihan desa patut diapresiasi, karena beliau tidak hanya memimpin, tetapi juga terjun langsung bekerja bersama warga.
Sebelum kegiatan dimulai, Serda Bahtiar memberikan arahan singkat kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menekankan bahwa kerja bakti ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat saja, melainkan tanggung jawab bersama.
“Lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli dan sadar akan pentingnya hidup sehat. Mari kita jaga bersama desa kita agar tetap bersih, nyaman, dan aman,” ungkap Serda Bahtiar dalam Arahnya.
Kerja bakti dimulai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA. Warga membawa peralatan masing-masing seperti parang, sabit, cangkul, dan karung sampah. Mereka membersihkan rumput liar, memotong dahan pohon yang menjulur ke jalan, serta mengumpulkan sampah yang berserakan di sepanjang kiri dan kanan jalan desa.
Pembagian tugas dilakukan secara gotong royong. Para pemuda fokus pada bagian yang lebih berat seperti memangkas pohon besar dan membersihkan parit, sementara ibu-ibu membantu membersihkan semak dan menyapu jalan. Anak-anak pun tampak antusias mengikuti kegiatan dengan cara mereka sendiri, menunjukkan bahwa budaya kerja bakti ini telah diwariskan lintas generasi.
