Kodim 1429/Butur Gelar Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut HUT TNI Ke-80
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2025 mendatang, Komando Distrik Militer (Kodim) 1429/Buton Utara melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) di wilayah teritorialnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi landasan utama dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
Peringatan HUT TNI ke-80 tahun ini mengusung tema besar yang menekankan pada pengabdian TNI kepada bangsa dan negara, sekaligus mempertegas jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Dalam semangat itulah, Kodim 1429/Butur berkomitmen menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, salah satunya melalui bakti sosial.
Dandim 1429/Butur, Letkol Arm Novan Andriansyah, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa bakti sosial merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat, terutama dalam membantu meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dengan rakyat.
“Menjelang HUT TNI ke-80 ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberi manfaat langsung. Karena pada dasarnya, TNI lahir dari rakyat dan akan selalu bersama rakyat,” ungkap Dandim.
Kegiatan bakti sosial yang digelar Kodim 1429/Butur mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran prajurit TNI di tengah warga bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian.
Salah seorang warga, La Ode Muktar, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI yang telah peduli terhadap masyarakat kecil.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Selain dapat sembako, kami juga bisa mendapat layanan kesehatan gratis. Semoga TNI semakin jaya dan tetap bersama rakyat,” ujarnya.
Menjalin Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Bakti sosial yang dilaksanakan ini sejatinya adalah pengejawantahan dari doktrin kemanunggalan TNI dan rakyat. TNI menyadari bahwa kekuatan utamanya bukan hanya pada alutsista, melainkan juga pada dukungan penuh rakyat Indonesia. Tanpa rakyat, TNI tidak ada artinya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir ketika negara menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan perhatian sosial. Dengan demikian, hubungan emosional antara TNI dan masyarakat semakin erat, sejalan dengan slogan yang selama ini dipegang teguh: “Bersama Rakyat TNI Kuat”.
Peringatan HUT TNI ke-80 tahun ini mengusung tema besar yang menekankan pada pengabdian TNI kepada bangsa dan negara, sekaligus mempertegas jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Dalam semangat itulah, Kodim 1429/Butur berkomitmen menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, salah satunya melalui bakti sosial.
Dandim 1429/Butur, Letkol Arm Novan Andriansyah, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa bakti sosial merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat, terutama dalam membantu meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dengan rakyat.
“Menjelang HUT TNI ke-80 ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberi manfaat langsung. Karena pada dasarnya, TNI lahir dari rakyat dan akan selalu bersama rakyat,” ungkap Dandim.
Kegiatan bakti sosial yang digelar Kodim 1429/Butur mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran prajurit TNI di tengah warga bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian.
Salah seorang warga, La Ode Muktar, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI yang telah peduli terhadap masyarakat kecil.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Selain dapat sembako, kami juga bisa mendapat layanan kesehatan gratis. Semoga TNI semakin jaya dan tetap bersama rakyat,” ujarnya.
Menjalin Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Bakti sosial yang dilaksanakan ini sejatinya adalah pengejawantahan dari doktrin kemanunggalan TNI dan rakyat. TNI menyadari bahwa kekuatan utamanya bukan hanya pada alutsista, melainkan juga pada dukungan penuh rakyat Indonesia. Tanpa rakyat, TNI tidak ada artinya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir ketika negara menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan perhatian sosial. Dengan demikian, hubungan emosional antara TNI dan masyarakat semakin erat, sejalan dengan slogan yang selama ini dipegang teguh: “Bersama Rakyat TNI Kuat”.
